TUGAS MATA KULIAH MANAJEMEN DISTRIBUSI : ANALISIS KASUS SALURAN DISTRIBUSI PADA APPLE INC.

BAB I

STUDI KASUS

 

:: Membangun Channel Ciptakan Top Brand ::

Steve Jobs sungguh sosok fenomenal. Apapun yang dia lakukan, selalu menjadi berita. Maklum, dialah CEO yang sangat disegani di seluruh dunia. Prestasinya dalam membuat perusahaan Apple dari yang hampir bangkrut menjadi perusahaan yang mempunyai kapitalisasi pasar lebih tinggi dari Microsoft sungguh mengagumkan. Sebuah kinerja bisnis yang belum pernah terpikirkan sebelumnya oleh pelaku bisnis atau investor di seluruh dunia.

Pada bulan Januari 2011 ini, Steve Jobs memutuskan untuk mengambil cuti panjang sebagai upaya untuk mengobati penyakit kanker kolon yang diderita sejak tahun 2004. Dalam hitungan jam, bursa saham langsung bereaksi negatif. Harga saham Apple turun 8% dalam kurun waktu 1 hari perdagangan. Penurunan ini setara dengan turunnya kapitalisasi pasar sebesar Rp 240 triliun. Wow! Inilah sebuah nilai kesehatan yang sangat mahal. Bahkan mungkin lebih mahal dari kesehatan seorang presiden.

Sejak Steve Jobs kembali menjadi CEO Apple di tahun 1997 setelah didepak tahun 1985, berbagai produk inovatif sudah dia luncurkan. I-pod, I-phone dan I-pad adalah produk-produk fenomenal dimana pelanggan mau mengantri untuk membeli. Ini yang kemudian membuat harga saham Apple naik lebih dari 100 kali lipat selama 10 tahun terakhir ini. Prestasi gemilang dari Apple ini, bukan hanya terbatas dari inovasi produknya tetapi juga merambah ke pengembangan bisnis dan layanan.

Apple telah berhasil mengembangkan jaringan ritelnya di seluruh dunia. Steve Jobs menyadari bahwa semua produk-produk teknologi tinggi sudah mengalami perubahan, yang semula adalah alat untuk produktivitas kemudian menjadi alat untuk mencari pengalaman. Diluncurkan pada tahun 2001, kemudian berkembang sangat pesat hingga tahun 2010. Kontribusi terhadap total revenue dari Apple Retail Store ini mencapai 20% terhadap penjulalan dan sekitar 25% terhadap laba perusahaan. Apple Retail Store ini juga terbukti mendongkrak pangsa pasar Apple dan sekaligus juga memperkuat merek Apple agar menancap kuat dalam benak pelanggannya.

Apple Retail Store memulai konsep dengan memberikan pengalaman. Ini berbeda dengan produk-produk elektronik lainnya yang cenderung mementingkan penampilan produk. Pelanggan dibiarkan untuk mencoba dan bahkan melakukan berbagai aktifitas seperti men-download lagu atau memindahkan foto. Salah satu konsep yang terkenal dari Apple Store ini adalah Genius Bar yaitu bagian dari retailnya yang dijadikan sebagai proses pembelajaran bagi para pelanggannya. Saya sempat melakukan observasi pojok Genius Bar di Apple Store di Amerika maupun di Eropa selama beberapa tahun terakhir ini. Genius Bar ini memang salah satu daya tarik dan sekaligus memberikan keunikan yang membedakan dengan toko-toko elektronik dari merek-merek global lainnya. Di Indonesia, Genius Bar ini sering tidak terlihat. Mungkin karena pelanggan di Indonesia yang dianggap belum siap. Pelanggan di Indonesia cenderung membeli produk-produk Apple untuk mengejar gengsi dan bukan sungguh-sungguh ingin belajar fitur-fitur produk untuk digunakan.

Merek dan Saluran Distribusi

Saya cukup yakin, data Top Brand yang sudah mencapai 10 tahun, adalah sebuah data survei yang luar biasa berharganya. Setiap tahun, lebih dari 500 merek yang disajikan sebagai obyek untuk dievaluasi. Walaupun hanya 3 parameter besar yang diukur, yaitu Top of Mind yang mengukur kekuatan merek dalam benak konsumen, Market Share yang mengukur kinerja merek di pasar, dan Commitment/Loyalty Share yang merefleksikan kekuatan merek di masa mendatang, data-data longitudinal ini memberikan masukan yang sangat berharga. Pada tahun yang lalu, sebanyak lebih dari 20 artikel sudah pernah saya tulis di harian Bisnis Indonesia sebagai ulasan awal bagaimana hasil survei ini memberikan insight mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan membangun merek di pasar Indonesia.

Cerita Apple Retail Store ini saya angkat untuk menunjukkan pergeseran strategi dalam membangun merek. Saluran distribusi seperti ritel, ternyata memang memiliki peran yang penting dalam membangun. Memang, dampaknya relatif pelan dibandingkan dengan iklan-iklan konvensional terutama iklan televisi. Dalam jangka panjang, pembentukan merek melalui saluran distribusi akan semakin penting baik dari segi efisiensi maupun efektifitasnya.

Survei Top Brand Index di tahun 2011 sudah memasuki tahun yang ke dua belas. Selama 2 tahun terakhir ini, tidak kurang dari 1000 merek-merek di Indonesia sudah dimasukkan dalam survei ini. Dari berbagai analisa yang dilakukan oleh tim dari Frontier Consulting Group, saya melihat betapa semakin pentingnya saluran distribusi dalam mempengaruhi kekuatan merek. Merek-merek yang biasa menjadi Top Brand yang terus menerus, terlihat mampu mengkombinasikan kekuatan iklan dalam membentuk merek dan juga menggunakan saluran distribusi sebagai bagian pembentuk merek.

Untuk industri jasa, kekuatan saluran distribusi ini sungguh mudah terlihat. Beberapa bank yang memiliki merek yang kuat, memang awareness dan image-nya sangat didukung oleh ribuan cabangnya yang tersebar di seluruh Indonesia. Bukan hanya cabang bank yang membantu membentuk merek yang kuat, tetapi ATM juga mempunyai peran yang penting. Bahkan hingga saat ini, kekuatan merek bank BCA masih bertumpu pada komunikasi ATM-nya dan bukan iklan-iklan yang biasa tampil di media-media konvensional. Di masa mendatang, channel–channel lain seperti Mobile Banking dan Internet Banking akan memerankan peranan yang semakin penting dalam membentuk kekuatan sebuah merek.

Top of Mind dari sebuah merek bank, sekitar 60% hingga 80% justru memang disumbang oleh kekuatan dari channel ini. Asosiasi dari merek sebuah bank, juga sangat dipengaruhi oleh channel-channel ini. Ini mudah dimengerti karena channel dari industri jasa, biasanya memang menjadi touch point yang sangat penting. Pelanggan bukan saja ter-ekspos dengan komunikasi merek tetapi mereka mendapatkan pengalaman. Pelanggan ikut terlibat dalam proses produksi atau bahkan dalam proses delivery.

Industri Durable & Consumer Goods

Walau kontribusinya tidak sebesar industri jasa dalam menciptakan Top Brand, peran channel dalam industri durable dan consumer goods sudah mulai terlihat nyata. Kekuatan dari merek-merek Otomotif sangat dipengaruhi oleh jaringan dealer-nya. Yamaha dan Honda misalnya, dengan jaringan jumlah dealer yang lebih banyak dari merek-merek motor lainnya, terlihat sangat perkasa menguasai merek-merek yang menjadi Top Brand. Demikian pula dengan Toyota dan Honda untuk kategori mobil. Peran dealer ini juga semakin penting mengingat mereka mampu menciptakan channel yang lain. Merekalah yang seringkali membuat pameran-pameran di berbagai mall atau tempat-tempat keramaian lainnya.

Industri suku cadang juga semakin menikmati proses pembentukan merek melalui komunikasi di toko-toko yang suku cadang. Dengan jumlah toko suku cadang yang sebanyak 30.000 di seluruh Indonesia, maka pembentukan sebuah merek menjadi Top Brand banyak didukung oleh komunikasi di toko-toko ini. Ini juga terjadi di berbagai merek-merek yang terjual di toko-toko bahan bangunan. Kekuatan merek furniture Olympic juga banyak tergantung dari komunikasi merek ini melalui jaringan Olympic atau toko-toko furniture di seluruh Indonesia.

Di industri consumer goods, peran channel ini juga semakin terlihat. Beberapa merek market leader sudah mulai goyah dengan merek-merek penantangnya yang banyak mengandalkan kekuatan channel-nya. Ini menunjukkan bahwa mempertahankan Top Brand dengan mengandalkan budget yang besar untuk iklan-iklannya di media televisi sudah mulai melemah.

Mengelola Channel

Di masa mendatang, para marketer ditantang untuk semakin efektif mengelola channel untuk membangun Top Brand. Channel di masa mendatang memiliki peran yang semakin beragam. Dalam konteks pembentukan Top Brand, mereka adalah juga saluran komunikasi yang semakin efektif. Melalui channel akan membantu menciptakan Top of Mind, satu diantara 3 dimensi yang diukur dalam Top Brand Index. Selain sebagai saluran komunikasi, channel juga mampu menyediakan pengalaman pelanggan terutama bila sudah masuk ke sektor ritel. Dan ini sangat penting dalam menciptakan loyalitas pelanggan. Loyalitas merek adalah dimensi kedua dari pengukuran Top Brand Index.

Channel yang kuat juga akan membantu meningkatkan penjualan. Apalagi, bila kemudian perusahaan mengembangkan e-commerce dimana peran channel dalam mendorong penjualan akan semakin dominan. Pangsa pasar yang tinggi, jelas akan membuat merek menjadi kuat dan berada di posisi Top Brand.

Melihat pentingnya channel ini, maka adalah tugas CMO dan CEO untuk lebih kreatif untuk menciptakan channel-channel yang baru. Pada saat yang bersamaan, channel yang sudah ada, harus lebih dioptimalkan. Channel yang dahulu hanya sebagai saluran untuk menjual, maka hari ini harus ikut berperan dalam membangun merek yang kuat. Di sisi lain, kalau hari ini bisnis Anda adalah bagian dari channel itu sendiri, sangatlah penting berperan semakin aktif dengan produsen atau pemilik merek untuk bersama-sama membangun merek yang kuat.

BAB II

LANDASAN TEORI

 

STRUKTUR DAN FUNGSI SALURAN DISTRIBUSI

Saluran distribusi adalah satu set organisasi interdependen yang terlibat dalam proses ketersediaan sebuah produk (barang atau jasa) untuk digunakan atau dikonsumsi. Selain itu juga merupakan alur yang digunakan perusahaan untuk menjual setiap produk, dimana konsumen dan perusahaan dapat membelinya dimana saja di seluruh dunia.

Point Penting Saluran Distribusi

  • Satu set organisasi yang interdependen

yaitu mulai dari perusahaan, distributor besar, distributor kecil, dan pengecer yang saling terkait satu dengan lainnya.

  • Proses

Adanya waktu penyampaian produk ke end-users atau siap untuk dijual ke end-users.

  • Menyediakan produk untuk dikonsumsi

Sesuai dengan tujuan saluran distribusi untuk memenuhi kepuasan pelanggan.

Pentingnya mempelajari saluran distribusi

  • Sebagai penjaga pintu (gatekeeper) antara perusahaan dan konsumen akhir (end-users).
  • Aset penting dalam seluruh strategi positioning dan pemasaran perusahaan, khususnya sebagai pembeda dengan pesaingnya.
  • Pengalaman perusahaan distribusi berdampak kuat pada persepsi keseluruhan dari end-users terhadap brand’s image dan kepuasannya.
  • Masih rendahnya perhatian perusahaan terhadap pentingnya saluran distribusi.
  • Perusahaan dapat membuat desain saluran distribusi yang tepat bagi produk yang dihasilkannya.

Alasan perusahaan menggunakan saluran distribusi

1.      Demand-site factors

–        Pencarian tempat fasilitas yang tepat

  • Adanya ketidakpastian end-users mendapatkan produk yang dibutuhkan, dan ketidakpastian penjual menentukan target end-users.
  • Peran saluran distribusi adalah memberikan kepastian tempat dan target pasar yang tepat.

–        Penyesuai perbedaan golongan

  • Tugas saluran distribusi adalah sebagai pemisah barang yang akan dipasarkan.
  • Tujuan: membantu end-users mengkonsumsi sebuah kombinasi produk yang menarik bagi mereka, baik dari segi posisi, tempat, maupun waktunya.

2.      Supply-side Factors

–        Mengusahakan rutinitas transaksi

  • Perusahaan dapat menekan biaya transaksi, dan produk dapat distandarkan.

–        Mengurangi jumlah kontak

  • Perusahaan hanya berhubungan dengan 1 atau beberapa pihak untuk memasarkan produk yang dihasilkannya.

Untuk mengukur kinerja saluran distribusi dapat dilihat dari :

  • Profit perusahaan meningkat, dilihat dari dari sisi jumlah penjualan, dan berkurangnya biaya yang dikeluarkan untuk aktivitas saluran distribusi
  • Memenangkan persaingan
  • Memiliki keunggulan bersaing

 

Jenis Distribusi

* Intensive distribution

Sebuah merek yang dapat dibeli melalui berbagai macam outlet yang memungkinkan dalam sebuah area pemasaran

*Exclusive distribution

Sebuah merek yang hanya dapat dibeli melalui 1 vendor tertentu, karena vendor tersebut diberi wewenang khusus untuk memonopoli penjualan merek tersebut.

Service Outputs of Channel

  • Yaitu sistem saluran distribusi yang dapat memimimalkan pencarian end-users, waktu tunggu, penyimpanan, dan biaya lainnya.
  • Semakin besar level service output maka membutuhkan segmen pasar yang beragam
  • End-users lebih memilih saluran distribusi yang memberikan service output yang paling tinggi

Jenis-jenis Service Output

*Bulk-breaking

Keinginan end-users untuk membeli produk yang dijual dalam bentuk batch yang besar.

*Spatial convenience

Desentralisasi pasar pada wholesale dan atau outlet retail untuk meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pengurangan biaya transportasi dan pencarian.

*Waiting or delivery time

Periode waktu yang harus ditunggu end-users mulai dari order sampai produk diterima.

*Product variety

Mengacu pada banyaknya jenis produk yang disediakan untuk end-users.

*Customer service

Mengacu pada semua aspek kemudahan dalam proses belanja dan pembelian bagi end-users, baik dalam interaksi antar perusahaan atau retail.

*Information provision

Mengacu pada pembelajaran end-users terhadap atribut atau kemampuan penggunaan produk, atau layanan sebelum dan setelah pembelian.


BAB III

ANALISIS KASUS

Apple, Inc. (sebelumnya bernama Apple Computer, Inc.) adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi komputer. Apple membantu bermulanya revolusi komputer pribadi pada tahun 1970-an dengan produknya Apple II dan memajukannya sejak tahun 1980-an hingga sekarang dengan Macintosh. Apple terkenal akan perangkat keras ciptaannya, seperti iMac, Macbook, perangkat pemutar lagu iPod, dan telepon genggam iPhone. Beberapa perangkat lunak ciptaanya pun mampu bersaing di bidang kreatif seperti penyunting video Final Cut Pro, penyunting suara Logic Pro dan pemutar lagu iTunes yang sekaligus berfungsi sebagai toko lagu online. Dari sebuah perusahaan kecil yang sederhana, Apple bermetamorfosa menjadi salah satu perusahaan elektronik terbesar yang mempekerjakan hampir 50.000 pekerja tetap dengan mencetak pendapatan tahunan pada 2010 yang lalu sebesar, 65,23 Milyar US Dollar.

Banyak strategi dan aktivitas marketing yang dapat menciptakan kekuatan merek. Berbagai teori maupun buku yang membahas tentang strategi membangun merek bisa dengan mudah kita dapatkan. Tinggal kemampuan marketer saja bagaimana menjalankan strategi tersebut untuk menciptakan merek yang kuat. Salah satu strategi yang mungkin bisa membantu marketer dalam membangun merek adalah melalui saluran distribusi atau channel. Strategi ini terbukti mampu mengangkat Apple sebagai merek top di dunia.

Siapa yang tak kenal Apple. Merek ini begitu populer, tidak hanya di luar, tetapi juga di dalam negeri. Apple telah menjadi trendsetter bagi merek-merek lainnya. Ambil contoh saja iPad yang kemudian membuat produk-produk sejenis dari Cina maupun rakitan dalam negeri pun berhamburan di pasar Indonesia. Produk-produk Apple memang begitu fenomenal, sehingga orang rela mengantri untuk mendapatkan produknya. Ini yang kemudian membuat harga saham Apple naik lebih dari 100 kali lipat selama 10 tahun terakhir ini. Prestasi gemilang dari Apple ini bukan hanya terbatas dari inovasi produk, tetapi juga merambah ke pengembangan bisnis dan layanan.

Prestasi gemilang yang diraih Apple, selain inovasinya yang dapat menjadikan mereka sebagai market driven, juga kemampuannya dalam membangun jaringan ritel di seluruh dunia. Lewat Apple Store yang diluncurkan pada tahun 2001 lalu, Apple tidak saja menjajakan produk-produknya, tetapi juga menawarkan sebuah pengalaman bagi pelanggannya. Kontribusi terhadap total revenue dari Apple Store ini mencapai 20% terhadap penjualan dan sekitar 25% terhadap laba perusahaan. Apple Store ini juga terbukti mendongkrak pangsa pasar Apple dan sekaligus juga memperkuat merek Apple agar menancap kuat dalam benak pelanggannya.

Dalam kasus ini, Apple memandang pentingnya saluran distribusi dalam mempengaruhi kekuatan merek. Sebagian besar produsen tidak langsung menjual produknya ke konsumen. Mereka menggunakan perantara. Alasan yang melatarbelakangi digunakannya perantara yaitu: (1) banyak produsen kekurangan sumber daya finansial untuk menjalankan pemasaran langsung (2) dalam beberapa kasus pemasaran langsung memang tidak layak (3) produsen adakalanya sering mendapat pengembalian yang lebih besar atas produk yang dijual sendiri.

Distribusi merupakan bagian dari proses pertukaran dalam pemasaran dan melibatkan perpindahan secara fisik atas barang dan jasa dari produsen ke konsumen serta melibatkan perantara yang memiliki peran penting dalam rantai saluran. Melalui kegiatan distribusi, akan terjalin ikatan antara suplier, perantara, dan pelanggan.

Setiap produk tentunya memiliki cara tersendiri untuk pengadaan, penjualan, dan pembayarannya. M asalah yang krusial bagi perusahaan adalah melayani keinginan end-users atau konsumen akhir. Karena perusahaan harus tahu apa yang ingin dibeli oleh konsumen (end-users) dan bagaimana konsumen (end-users) dapat membeli kebutuhan tersebut. End-users yang berbeda tentunya memiliki keinginan yang berbeda, dimana ini merupakan peluang bagi perusahaan untuk dapat menciptakan kebutuhan bisnis baru. End-users lebih memilih saluran distribusi yang memberikan service output yang paling tinggi. Dalam memberikan service output terhadap end-usernya, Apple menggunakan jenis service output yaitu Customer Service dan Information Provision. Karena Apple mengacu pada semua aspek kemudahan dalam proses belanja dan pembelian bagi end-users, baik dalam interaksi antar perusahaan atau retail. Kegiatan ini harus sensitif pada end-users yang menjadi target dari perusahaan Apple sendiri. Selain itu Apple juga mengacu pada pembelajaran end-users terhadap atribut atau kemampuan penggunaan produk, atau layanan sebelum dan setelah pembelian. Diyakini kegiatan ini merupakan aktivitas yang krusial dalam service output bagi pelanggan.

Apple Inc. menggunakan jenis saluran distribusi intensif. Dimana produk mereka dapat dibeli melalui berbagai macam outlet yang memungkinkan dalam sebuah area pemasaran. Dengan adanya apple retail store, hal ini menunjukkan pergeseran strategi dalam membangujn merek. Saluran distribusi seperti ritel, ternyata memiliki peran yang penting  dalam membangun. Walaupun dampaknya relative pelan dibandingkan dengan iklan-iklan konvensional terutama iklan televisi. Dalam jangka panjang, pembentukan merek melalui saluran distribusi akan semakin penting baik dari segi efisiensi maupun efektifitasnya. Karena di sini, konsumen bisa mencoba produk yang mereka inginkan. Jadi tidak hanya kemasan luarnya saja yang menawan namun konsumen juga dapat menilai bagaimana kualitas dari produk tersebut. Adanya channel-channel ini menjadikan end-user lebih mudah dalam mendapatkan produk yang mereka cari. Channel akan membantu menciptakan top of mind, satu di antara tiga dimensi yang diukur dalam Top Brand Index. Selain sebagai saluran komunikasi, channel juga mampu menyediakan pengalaman pelanggan, terutama bila sudah masuk ke sektor ritel. Dan ini sangat penting dalam menciptakan loyalitas pelanggan. Loyalitas merek adalah dimensi kedua dari pengukuran Top Brand Index. Karena pengalaman perusahaan distribusi berdampak kuat pada persepsi keseluruhan dari end-users terhadap brand image dan kepuasannya terhadap suatu merek.

Semakin intensif sifat distribusi sebuah merek, maka perusahaan semakin lemah untuk mempengaruhi bagaimana anggota channel melakukan kegiatan marketingnya. Untuk mengontrol kinerja anggota channel, produser harus melakukan konsolidasi yang baik untuk semua anggota channelnya, semampu yang dapat dilakukan oleh produser. Mungkin menurut saya Apple memang cocok menggunakan saluran distribusi intensif, hal ini disebabkan karena konsumen akan lebih mudah dalam mendapatkan produk dengan merek yang mereka inginkan, selain itu semakin intensif distribusi suatu perusahaan,maka produk dengan merek yang mereka tawarkan akan cepat laku di pasaran.

Apple Inc. juga sudah membuktikan bahwa dengan mengembangkan saluran distribusi yang ada dan terus berinovasi terhadap produknya membuat merek mereka mampu mengalahkan pesaing-pesaing dalam usaha sejenis. Misalnya saja, Genius Bar  yang dimiliki oleh Apple memang salah satu daya tarik tersendiri bagi para konsumen dan sekaligus memberikan keunikan yang membedakan dengan toko-toko elektronik dari merek-merek global lainnya. Hal ini merupakan aset penting dalam seluruh strategi positioning dan pemasaran perusahaan, khususnya sebagai pembeda dengan pesaing-pesaingnya yang kini kian gencar menawarkan produk-produk baru yang serupa dengan merek Apple.

Kinerja saluran distribusi yang baik juga sudah dibuktikan Apple dengan  meningkatnya profit perusahaan, hal ini dapat dilihat dari sisi jumlah penjualan, dan berkurangnya biaya yang dikeluarkan untuk aktivitas saluran distribusi. Ini terbukti dengan adanya Apple Store yang tersebar di seluruh dunia. Kontribusi terhadap total revenue dari Apple Store ini mencapai 20% terhadap penjualan dan sekitar 25% terhadap laba perusahaan. Apple Store ini juga terbukti mendongkrak pangsa pasar Apple dan sekaligus juga memperkuat merek Apple agar menancap kuat dalam benak pelanggannya. Hal ini membuktikan Apple mampu unggul dalam bersaing dengan perusahaan-perusahaan sejenis yang kian merajarela.

Oleh karena itu, dengan melihat pentingnya channel/salura distribusi ini, CMO dan CEO dituntut dalam tugasnya untuk lebih kreatif dalam menciptakan channel-channel baru. Pada saat bersamaan, channel yang sudah ada harus bisa lebih dioptimalkan lagi. Channel-channel yang dahulu hanya merupakan saluran untuk menjual, hari ini harus ikut berperan dalam membangun merek yang kuat. Karena dengan terbangunnya merek yang kuat, akan lebih mudah untuk ditanamkan dalam benak konsumen. Sehingga muncul hasrat untuk mencoba bahkan membeli merek tersebut. Apabila konsumen merasa puas dengan produk yang ditawarkan karena konsumen merasa keinginan dan kebutuhannya akan produk tersebut dapat terpenuhi oleh merek ini, maka akan timbul pembelian ulang. Dan apabila terjadi pembelian ulang akan merek ini, maka akan tercipta loyalitas konsumen terhadap merek ini. Diharapkan Apple akan terus mengembangkan saluran distribusinya/channel-channelnya ke daerah-daerah yang mungkin belum pernah mereka jangkau, dengan harapan agar merek mereka lebih dikenal lagi oleh masyarakat luas. Namun juga tetap berinovasi terhadap produknya. Karena tidak dipungkiri bahwa inovasi dari Apple terus ditunggu-tunggu oleh para pecinta teknologi yang modern.

3 thoughts on “TUGAS MATA KULIAH MANAJEMEN DISTRIBUSI : ANALISIS KASUS SALURAN DISTRIBUSI PADA APPLE INC.

  1. Ping-balik: Cara Pemasaran Apple « Abdullah Hakim Adli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s